Cieee… Mentang-mentang sudah punya pacar terus posting soal jodoh?
Nggak juga, sih. Saya cuma pengen blog ini lebih berfaedah saja. Lagipula saya lagi banyak punya waktu luang karena kerjaan lagi gak padet padet amat, jadi sekali-kali mostingin tentang asmara boleh lah. Sebenernya saya ngomong soal jodoh gara gara akhir akhir ini banyak bertebaran di TimeLine facebook saya foto foto pernikahan temen temen saya waktu TK, SD, SMP, STM. Apa ini lagi musim kawin ya etahlah yang penting buah manggis masih ada ekstraknya. Oposih? Jujur saya ikut seneng dengan kabar dari para temen sekolah saya dulu,tapi sorry nih gaes saya gak bisa dateng. hehehehehe
Keresahan saya sebenarnya bukan karena saya kepengen nikah juga kaya mereka tapi lebih ke update status temen saya yang ini. Ya pertama saya sih ngerasa okelah itu hanya sebuah hope tapi setelah saya mulai berfikir kedepannya saya baru sadar kalau semua cinta akan bermuara dipernikahan. Lantas saya berfikir lagi (mikir mulu gue ya) kalau dalam berhubungan dengan seseorang yang kita cintai, kadang kepikiran dong retorika seperti, “dia beneran jodoh saya nggak sih?”Iya kan? Hampir pasti begitu. Salah satu bagian utama dalam berpacaran dan kemudian menikah adalah keyakinan. Saya pernah berpacaran 4 tahun 3 bulan 2 hari 1 jam (angka cantik tapi endingnya gak cantik), dan saya lakoni tanpa saya yakin kalau si mantan itu adalah jodoh saya. Well, waktu yang terbuang lumayan lama juga, ternyata. Ya sudahlah, itu contoh kasus yang jangan ditiru, apalagi diamalkan, jangan. Ini bukan kotak amal. Jadi agar tidak terjebak seperti saya, berikut saya coba kumpulkan beberapa pertanda apakah benar si tunangan/pacar/gebetan/calon gebetan kita adalah sebenar-benarnya jodoh kita. Tentu saja, saya nggak ngasal karena aspek-aspek ini bersumber darisinidansitu. Yuk, disimak sis!
Orang tercinta kita sudah selayaknya adalah pendukung utama. Ibarat kata kalau kamu lagi main gundu, orang tercinta kita selalu siap siaga dengan pom-pom dan berteriak, “ayo, sayang! kamu bisa! pecah kan saja gundunya sayang biar rame!”. Si jodoh adalah orang yang melihat sisi terbaik dari kita, dan selalu memberikan apresiasi pada kemampuan kita, dan sebaliknya. Ini dia yang disebut respek satu sama lain pada pribadi kita yang unik. Jodoh nggak akan berusaha mengubah apapun dari diri kita. Misalkan kamu suka makan upil, maka seorang jodoh hanya akan bilang, “lanjutkan”. Bagaimana dengan pacar kamu? Oh, iya saya lupa kamu jomblo. Kasihan.
Seseorang itu mungkin adalah jodoh kamu ketika kalian berdua bisa dengan mudah berdebat tanpa ketakutan satu sama lain. Misalkan pacar kamu percaya bahwa kulit durian bisa di ekstrak, dan kamu tidak, karena menurut kamu yang bisa di ektrak kulit tripleks. Ketika menyaksikan iklan M*stin di TV maka kalian akan berargumen satu sama lain. Bisa jadi pacar akan bilang buah manggis aja bisa yank, tapi kamu berkata sebaliknya gak lah tripleks yank lebih banyak seratnya.
Kebayang betapa rempongnya menghabiskan hidup dengan orang yang sedikit-sedikit berkonflik dan sedikit-sedikit rempong. Hidup itu dasarnya sudah rempong, eh pasangan hidup sampai mati juga rempong. Dalam fungsi matematika disebut sebagai rempong kuadrat. Jadi, cobalah berada dalam kondisi yang tidak oke bersama tunangan, misalnya ajak tunangan membersihkan gudang koleksi yang berisi barang-barang dan foto kamu bersama mantan. Jika tunangan bisa membersihkan gudang itu dengan baik dan sabar, bisa dipastikan dia adalah jodoh kamu! Apalagi si dia mau nyuci genteng rumah kamu. Itu Istri-able banget.
Misalnya gebetan kamu bilang begini, “eh, kamu tahu nggak?”, maka kamu akan menjawab, “nggak, lah kan kamu belum kasih tahu”. Nah, gebetan kemudian bilang bahwa yang hendak diberitahukannya itu adalah sebuah fakta yang orang lain nggak ada yang tahu. Bersiap-siaplah, karena itu tandanya diamempercayai kamu sebagai jodohnya, sehingga rahasia sebesar itu diberitahukannya kepada kamu. Jadi, jangan kaget kalau rahasia itu adalah, “aku kalau ngupil pake TongSis loh,aku ke kinian bingitss kan yank!"
Gini deh,
hidup kan nggak selamanya di atas. Atau jika pacar kamu menangis di
depan kamu tanpa malu-malu–dan bukan gara-gara kamu cubit–maka itu juga
salah satu contohnya. Atau hal simpel yang saya bayangkan dalam mencari
jodoh: seandainya ini orang sedang terkapar demam muntah-muntah, mau
nggak saya mengelap muntahnya di lantai? Ya, sesederhana itu aja.
Jika
pacar paham dan tahu hal-hal yang bikin kamu senang, maka bisa jadi dia
adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan buat kamu. Kalau pacar adanya cuma
bikin galau aja, bisa jadi dia adalah jodoh orang yang diuji cobakan ke
kamu. Utamanya nih, hal-hal kecil yang menuntut perhatian untuk
mengetahuinya. Bisa jadi pacar tahu kalau kamu senang kalau dicabutin
bulu keteknya, dan dia melakukan itu dengan riang gembira. Atau mungkin
pacar tahu kalau kamu senang dikasih kata kata mutiara sebelum memulai
hari via BBM. Dan, oh iya, berlaku sebaliknya juga ya. Kamu jugatahu hal
yang membuat dia senang, dan melakukan hal-hal itu dengan riang gembira
pula.
Ketemu Orang Tua mu
'Ketika kita sayang kepada seseorang pada akhirnya kita harus bertemu dengan orang tuanya' Edgar - Cinta Brontosaurus
Ini saya punya pengalaman, nih. Jadian sih jadian, tapi pakai embel-embel, “orangtuaku jangan tahu dulu ya”. Hey, dude! Kalau dari awal sudah begitu, yakinlah bahwa hidup percintaan kalian nggak akan hore, apalagi mengarah pada sesuatu yang bernama jodoh. Malah, kalau kamu dan dia benar-benar mencintai satu sama lain, hal pertama yang akan dilakukan justru memberitahukan kabar gembira itu kepada orangtua, dan melihat respon apakah orangtua berkenan atau tidak.
'Ketika kita sayang kepada seseorang pada akhirnya kita harus bertemu dengan orang tuanya' Edgar - Cinta Brontosaurus
Ini saya punya pengalaman, nih. Jadian sih jadian, tapi pakai embel-embel, “orangtuaku jangan tahu dulu ya”. Hey, dude! Kalau dari awal sudah begitu, yakinlah bahwa hidup percintaan kalian nggak akan hore, apalagi mengarah pada sesuatu yang bernama jodoh. Malah, kalau kamu dan dia benar-benar mencintai satu sama lain, hal pertama yang akan dilakukan justru memberitahukan kabar gembira itu kepada orangtua, dan melihat respon apakah orangtua berkenan atau tidak.
Pernah ngobrol sama pacar dan berfantasi kalau nanti kamu akan poligami? Jika obrolan itu berlangsung lancar dan penuh canda tawa, tanpa ada tanda-tanda keengganan membahas satu sama lain, maka itu adalah tanda-tanda kalau kalian berjodoh. Atau pengen ngetes jodoh? Cobalah ajak gebetan untuk berpikir nanti hendak tinggal dimana, atau tanya calon gebetan soal merk panci yang dia inginkan ada di dapurnya kelak. Tapi jangan coba nentuin nama anak cewek siapa, anak cowoknya siapa, bukan apa apa sih tapi daripengalaman saya dan temen saya biasanya hubungannya mau putus. Hindarin
Oh, tentu saja kalian tidak tertawa bersama ngeliat cabe cabean yang mukanya putih lehernya item. Yang dimaksud disini adalah dalam pembicaraan sehari-hari, kamu dan dia sama-samamudah untuk tertawa. Jangan lupa, tertawa adalah hal simpel yang dibutuhkan dalam hidup. Maka, ketika mencari jodoh, pastikan juga dia bisa bikin kamu tertawa dan vice versa.
Coba dicek dulu, si dia bawa tali nggak? Kok bisa kamu terikat sama dia? Salah satu komponen utama dari hubungan yang sehat adalah sesuatu yang bernama chemistry yang bisa dinilai dari seberapa tertariknya kamu dengan dia. Coba abaikan dulu soal dandanan ya. Ketertarikan yang bermakna chemistry ini lebih faktor hati. Jadi, kamu akan tetap tertarik kepada dia walaupun dia suka makan,suka ngemil, suka ngejus, suka nge-sushi, suka nge-bakso, suka ngelindur, dll.
Kecuali kamu adalah Aliando–yang sudah menemukan Mpok Nori–maka nggak perlulah banyak-banyak drama dalam hidup. Aliando,Jessica Mila,Mpok Nori dll itu berdrama dalam hidup demi dapur ngebul. Dan kalau kalian ngebul dapurnya dengan cara yang berbeda, ya nggak usah ditiru. Toh, kalau kalian sama-sama berbagi nilai satu sama lain, maka sebenarnya perjalanan akan tenang-tenang saja. Jika ada perang yang konstan pada periode yang berlanjut, maka ada baiknya kamu menghubungi dokter hewan terdekat. Well, atau cukup dengan bertanya, “apakah ini yang aku inginkan untuk menghabiskan energi di sisa hidupku?”
Bertemu dengan orang yang apa adanya, otentik, dan menunjukkan seperti apa dirinya sebenarnya adalah tahapan mantap menuju jodoh. Makanya, nih, saya selalu heran dengan orang-orang yang ketipu karena suaminya mengaku tentara padahal tukang parkir, atau mengaku polisi, padahal buronan. Apakah satu sama lain nyaman jika demikian? Mestinya sih nggak, dan mestinya itu tampak jelas dalam dialog-dialog selama berhubungan. Itu makanya, coba tampil senatural mungkin untuk memastikan apakah pacar itu beneranjodoh kita apa nggak. Atau coba saja kamu dan dia bertemu dalam keadaansama-sama belum mandi, masih sukanggak? Kalau masih, kawin gih.
Coba baca kisah Bayu diLovefacture, yang semacam ini maksud saya. Ketika ada perbedaan income, misalnya, maka Bayu berusaha untuk mengatasi itu karena di masa kini hal semacam itu bisa jadi krusial dalam kelanjutan hubungan. Well, dalam kasus ini bisa jadi pindah agama menjadi salah satu contoh, tapi saya nggak mau berpanjang-panjang soal itu karena saya nggak pernah pindah agama ngikutin gebetan, jadi nggak tahu soal pertimbangan-pertimbangannya. Ketika ada niat dan usaha itu, pasti atas dasar cinta, maka… nikahilah!
Ketika ada orang yang sangat percayasama kamu dan selalu menguatkan kamu dengan bilang, “ayo, kamu itu sebenarnya bisa!”, maka boleh jadi diaadalah jodoh kamu. Dukungan positif bakal memampukan kamu untuk menjadi orang terbaik, atau lebih tepatnya menjadi kamu-dalam-versi-yang-terbaik. Dan tentu saja, seperti aspek-aspek yang lain, kamu juga berlaku demikian. Hubungan yang saling mendukung semacam ini bakal bikin hubungan lurus dan mulus, seperti Pantura beberapa hari sebelumlebaran.
Gimana gaes calon yang katanya menjadi pendaping di hidupmu kelak udah memenuhi kriteria diatas belum? Kalau sudah, nikahi! Kalau belum, coba telaah lagi, siapa tahu dia memang bukan jodoh kamu, tapi jodoh orang lain yang kamu embat. Dan satu lagi, percayalah bahwa jodoh adalah sebenar-benarnya misteri, sama misteriusnya ketika kita bertanya mengapa kartun spongebob dilarang KPI #saveSpongebob, dan sama misterinya dengan jumlah pasti dari bulu dada Rhoma Irama.Semoga kita semua menemukan yang terbaik ya!
Oya Selamat menempuh hidup baru buat sahabat saya.Semoga Menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah.
Oya Selamat menempuh hidup baru buat sahabat saya.Semoga Menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah.
![]() |
| Miftahul & Istri |
![]() |
| Wulan & Sahabatnya yang kepengen nikah juga :D |
![]() |
| fitri koco STM + ngebis pas STM |


















Comments
Post a Comment