Hai kelas 3 SMA yang katanya lagi galau karena
Ujian Nasional, yang lagi sibuk les tambahan pembekalan buat ngerjain
soal Jahanam Ujian, dan kamu juga yang lagi sibuk
googling cari metode nyontek yang lagi nge-trand didunia per-contekan 2014 atau
mungkin kamu juga yang lagi searching di eBay cari calo
jawaban UN. Banyak hal yang dilakukan oleh para peserta Ujian untuk mendapatkan
hasil yang maksimal dari mulai yang belajar mati matian sampai yang mati matian
nyari bocoran, dari yang biasanya sholat minta punya gebetan cantik menjadi
do'a minta nilai Ujiannya yang cantik, sampai yang paling ekstream pergi ke
orang 'pinter' minta pensil sama penghapus 2B nya bisa ngerjain soal sendiri.
Beragam memang apa yang dilakuan para pelajar masa kini.
Kalau ngomongin
soal ujian nasional, gue jadi
keingetan ke zaman di mana ketika gue ngalamin hal ini juga. Mulai dari
berangkat pagi-pulang sore buat belajar kadang juga sampai malem. Bukan karena
gue anaknya rajin bukan, karena ya emang keasyikan aja nongkrong di depan STM,
sampai rumah pun harus belajar lagi sampai tengah malam, kalau mau ke mana-mana
selalu megang buku, kalau mau ke luar main selalu takut karna udah mau UN. Tapi
untungnya, semua hal yang barusan gue sebutin bukan gue yang ngelakuin, tapi
temen-temen gue. Gue mah mana pernah ngelakuin hal kayak gitu. Menurut gue,
belajar dengan pola seperti itu nggak baik buat otak manusia lemah seperti
gue, bikin badan kurus dan mengganggu metabolisme tubuh gue.
Gue sendiri punya metode belajar yang cukup santai efisien setiap
mau UN. Anggaplah dari 24 jam gue tidur 8 jam, masih sisa 16 jam. Buat mandi,
makan, ngecengin orang di SocMed, ngusirin semut, totalnya empat jam, masih
sisa duabelas jam. Naaah, gue belajar cukup empat jam aja, delapan jamnya lagi
main PS. Itu juga dalam empat jam gue belajar, gue suka ketiduran dua jam,
ditambah satu jamnya lagi gue suka bantuin mamah ngangkatin jemuran. Kadang,
jemuran tetangga juga suka gue angkat-angkatin. Jadinya, cuma satu jam. Tapi
itu cukup kok. Asalkan bener-bener fokus dan masuk ke otak aja.
Tentunya, itu semua hanya gambaran saja kalau belajar secara over
itu nggak baik. Otak manusia kalau terus-terusan dipaksa, otomatis dia akan
jenuh. Dan kalau udah jenuh, apa yang dipelajari nggak akan ada yang masuk.
Nge-blank. Maka dari itu, biar nggak jenuh, otak kita butuh yang namanya
refreshing. Bentuk refreshing gue sih simple, kalau gak main PS, ya nonton
film. Bahkan, ngeliat orang selingkuh ke-gab pacarnya pun bagi gue udah
refreshing. So, luangkanlah waktu untuk refreshing sesaat. Refreshing bukan
berarti harus jalan-jalan, ngabisin duit, bikin kerusuhan dalam hubungan, jadi
orang ketiga dalam hubungan, bukan. Tertawa semenit-duamenit juga salah satu
bentuk refreshing kok.
Tadi gue udah ngebahas bagaimana kunci kesuksesan gue dengan
metode sesat belajar gue sebelum menghadapi Ujian. Nah
dipostingan gue ini, gue selaku kakak senior yang baik hati bakalan kasih
kiat-kiat di saat menghadapi Ujian Nasional juga. Agar terciptanya keadan ujian
yang kondusif dengan hasil yang memuaskan.
*Kiat
kiat ini juga bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan dari SD sampai
perguruan tinggi.
Yaudah cekibrot….!!!
1. Sebelum Ujian
Kalau kata mamah Dedeh, sebelum ujian harus belajar dan berdoa.
Menurut gue, statement tersebut sangat keliru pada zaman sekarang. Betul, yang
kalian harus lakukan sebelum ujian adalah menyingkirkan kursi kosong yang ada
di belakang kelas. Tau kenapa? Kalau sampai ada kursi kosong yang ada di
belakang kelas, ini bisa jadi pemicu pengawas untuk duduk, dan mengawasi
punggung kalian dengan tatapan tajam. Kalau seandainya ini semua terjadi, lidah
kalian pasti akan membeku, kepala pun demikian. Atau boleh saja kalian menaruh
kursi di belakang kelas, asalkan, kursinya kursi pelontar. Jadi, ketika
pengawas duduk, DUARRRR! Dia terbang ke langit.
2. Membaca Doa
Setelah menyingkirkan kursi kosong, tahap selanjutnya yang harus
kalian lakukan adalah berdoa. Kalau kata pesan orangtua, sebelum memulai
sesuatu, hendaknya kita berdoa terlebih dahulu agar diberi kelancaran. Betul,
jujur, gue termasuk orang yang kalau mau ngapa-ngapain pasti berdoa dulu. Mau
makan, doa. Mau tidur, doa. Bahkan, pas mau nyolokin flashdisk aja gue doa
dulu. Biar aman.
Nah, yang perlu gue ingatkan kembali, bacalah doa yang maknanya
nyambung, tetapi efisien. Jangan sebelum ujian, malah baca doa makan. Atau
karna saking semangatnya mau ujian, bacanya surat Al-Baqoroh, terus udahannya
dua hari.
Tenang, doa apapun asalkan niatnya baik, pasti didengar kok oleh
Tuhan YME. *kibas jambul*
3. Pengisian Nama
Sebelum fokeus untuk menjawab soal, pastikan dalam pengisian data
juga harus lengkap dan benar. Jadi, yang gue harapkan kalian mengisi data di kolom
nama juga harus benar-benar menggunakan nama lengkap, sesuai dengan nama yang
tertera di kartu ujian. Janganlah sekali-kali kalian menggunakan nama samaran,
nama panggilan pacar, atau nama kalian yang berlapis nama pacar. Karena ini
lembar jawaban, bukan pasir pantai kartini. Atau buat yang anak alim, janganlah
sekali-kali kalian menuliskan nama dengan tulisan "Hamba Allah" atau
"No Name", karena ini ujian, gaes, bukan pundi amal.
4. Meminta Jawaban
Kiat kiat yang paling penting yang harus kalian ketahui setelah
memasuki waktu ujian adalah bagaimana caranya meminta jawaban kepada teman
secara baik dan benar. Pertama-tama, jangan pernah sesekali kalian mencoba
untuk meminta izin kepada pengawas, seperti, "Ibu! Bolehkah saya melihat
jawaban teman saya?" atau jangan pernah juga sesekali kalian bertanya
kepada teman kalian, tapi menggunakan bahasa daerah masing-masing. Kalian
menggunakan bahasa Jawa, tapi ternyata dia asli Sunda. Tapi cobalah dengan berpura-pura
batuk, tapi batuknya sambil nyebutin nama lengkap, seperti,
"OHOK-OHOK-IMAM SUPI’I-OHOKOHOK" atau kalau dia nggak dengar, coba
beralih ke teman yang ada di depan kalian dengan, "Ssst... ssst..
ssst.." secara halus di telinga kanannya. Kalau sedekat itu dia masih
nggak mau nengok, coba dekatkan ke telinga kanannya lagi, lalu bisikan,
"Guweh kirah, eloh asik.".
5. Memberi Jawaban
Kalau barusan gue memberikan kiat kiat tentang bagaimana caranya
meminta jawaban, rasa-rasanya kurang pas kalau gue nggak memberikan kiat kiat
tentang bagaimana caranya memberi jawaban. Yang pertama kali harus kalian
tanamkan dalam pikiran kalian adalah; ikhlas. Kalau kalian tidak ikhlas,
astagaaaa, jawabannya haram buat yang make. Dosa.
Nah, ketika sudah ikhlas, harap berikan jawaban yang sesuai pada
lembar jawaban kalian. Jangan ketika teman sedang kesusahan, dan nanya,
"Ssst... ssst... ssst.. nomor satu apaaaah?" kalian malah menjawab,
"Ketuhanan yang maha esaaaah" atau bahkan, "Nomor satuh ituh
kamuuuuuuh. <3"
Dan khusus buat siswa yang berjiwa dagang, jangan pula ketika
teman bertanya, "Ssst.. dua?" sambil memberikan isyarat jari, kalian
malah menjawab, "Dua? Pedes nggak?"
6. Ketika Ditanya Pengawas
Kenapa Belum Diisi
Terkadang, ada masanya ketika kita bingung harus mengerjakan apa,
dan ketika mencoba bertanya ke teman, tapi si teman malah nggak dengar atau
pura-pura nggak dengar. Jadinya? Ya, jawabannya nggak diisi. Mungkin hal ini
akan biasa saja ketika pengawas tidak mengawasi lembar jawaban kalian. Tapi
kalau dia sudah mengawasi, dan bertanya, "Lah? Kok belum diisi? Kamu nggak
belajar?!" mungkin ada aura panik yang terpancar dari tubuh kita.
Untuk itu, buat kalian yang apabila pada saat ujian mengalami
kejadian seperti ini, hendaknya jangan panik. Tapi, kalian cukup stay cool dan
bilang, "Ibu, untuk masalah jawaban, hanya Tuhan saja yang boleh tau.
:)" #problemsolved
7. Mengumpulkan Lembar
Jawaban
Pada dasarnya, pengawas sangat terlihat bahagia ketika anak
muridnya nggak bisa menjawab soal, gara-gara soalnya susah. Untuk itu, sesulit
apapun soalnya, jangan pernah ketika mengumpulkan jawaban, kalian mengucapkan
keluhan di depan pengawas seperti, "Aduuuh, ibuuuk! Soalnya kok susah,
sih?!" tapi ucapkanlah, "Aduuh, ibuuuk! Gue kira soalnya gampang lho,
Bu! Eh, ternyata emang gampang.."
Begitulah sekiranya kiat kiat saat menghadapi ujian dari gue untuk
kalian. Semoga, kiat kiat yang gue berikan sangat membantu kalian dalam
mengerjakan soal. Tapi yang perlu gue tekankan, dalam mengerjakan soal
hendaknya percaya pada diri sendiri. Jangan terlalu percaya sama teman. Gak
baik. Kecuali teman yang pintar.
Anyway, good luck buat kamu-kamu
yang mau ujian nasional! Semoga sukses!

Comments
Post a Comment