Skip to main content

Kasih Tak Sampai (Fortune Cookies)


Once Upon a Time
Tejo adalah seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya,sangat menjunjung ajaran agama,pekerja keras, pandai menabung dan tidak jongkok di toilet duduk. Alhasil Tejo menjadi orang yang sangat sukses dalam karirnya maupun saat BAB di toilet bioskop,tapi sungguh teramat malang nasib percintaan Tejo tidak semulus prestasi kerjanya.  Karena Tejo terlalu terfokus dengan karirnya hingga Tejo lupa bahwa Dia belum menjalankan sunan rosul (nikah). Tejo bisa dikatakan sudah sangat cukup matang untuk menikah,umur Tejo sudah masuk dalam kategori (maaf) tua,sangking tuanya Tejo mungkin pernah sparingan main PS dengan Bpk. Soeharto(bisa dibayangkan seberapa tuanya si Tejo). Ya hampir semua kriteria yang dibutuhkan seorang wanita untuk menikah sudah dimiliki oleh Tejo, dari Rumah idaman hingga kendaraan seperti Lamborgini dan ducati (walaupun masih berbentuk miniaturnya). Entah kenapa Tejo masih sendiri. Itulah yang jadi pertanyaanan besar dibenak dan sanubari seorang Tejo yang notabene seorang yang sukses.
Jodoh emang gak bisa dipaksain,tapi umur yang maksain buat kita cari jodoh #BukanQuote
Orang tuanya pun mulai gusar melihat nasib cinta Tejo yang seret ini, pernah terlintas di pikirkan orang tuanya untuk mengadakan audisi yang bertemakan “Tejo Mencari Permesyuri” tapi Tejo monalaknya, karena judulnya kampungan. Lantas ia ganti menjadi “Tejo Findding Love” gak jauh beda memang tapi itulah Tejo yang menginkan sebuah kesempurnaan dan detail dalam semua hal. Mungkin karena kata ‘kesempurnaan’ yang membuat Tejo seret dalam hal percintaan.
Gak bakalan ada pasangan yang ‘sempurna’ seperti dalam novel, yang ada adalah pasangan menerima kita apa adanya bukan ada apanya.
.
Kabar audisi ini pun mulai menyebar di kampung Tejo, semua wanita yang sesuai dengan kriteria Tejo pun atusias ingin mengikuti audisi tersebut. Kecuali Surti seorang wanita rupawan kembang desa yang digilai hampir semua pria dikampungnya. Surti dibesarkan dikeluarga yang tidak begitu kaya dan karena keadaan keluarganya ini orangtuanya pun agak memaksa Surti untuk mengikuti audisi yang diadakan orangtua Tejo. Surti sebenarnya sudah mempunyai tambatan hati yaitu Paijo anak dusun sebelah yang juga temen Tejo pas main nekeran dan patner dalam mencuri mangga Haji Sanuri saat mereka masih satu Playgroup. #Ironis
Audisi pun dimulai semua peserta mengikuti proses demi proses, dari psikotes,interview hingga MCU. Ya terdengar seperti seleksi penerimaan karyawan dalam sebuah perusahaan memang, ingat Tejo adalah orang yang perfeksionis jadi yang Tejo inginkan adalah ‘kesempurnaan’. Entah kenapa Surti selalu lolos dalam setiap tahap seleksi,padahal Surti tidak niat dalam audisi ini. Saat peserta menyisakan 2 orang antara Surti dan Zaenab, secara langsung Tejo memilih antara mereka berdua. Bisa ditebak Tejo cenderung memilih Surti karena Tejo memang lebih suka Surti dari awal audisi. Zaenab? Tidak dipilih karena zaenab lebih terlihat seperti nenek bagi Tejo (mpok nori:cast). Surti pun awalnya sangat kaget (terpukul) saat menjadi pemenang dalam audisi tersebut, karena ini semua bukan keinginannya.
Singkat cerita,Tejo pun mulai PDKT-an dengan Surti yang bakal jadi calon Istrinya kelak. Pertama kali nge-date suasana nampak begitu dingin dan garing, Tejo hampir 89% menguasai jalannya pembicaraan di warung kopi deket rumah Paijo itu. Tapi lambat laun Surti akhirnya agak luluh dengan perjuangan Tejo yang sangat gigih (disini Tejo sangat berharap sekali). Yang awalnya suasananya garing kini menjadi lebih cair, Tejo pun kini berani manggil Surti dengan panggilan sayang layaknya orang yang pacaran.

“Mau mesen apa kamu ‘ndut’? Segelas rinso panas apa es cream byclean?” Tanya Tejo manja
“Hah,ndut?kamu anggep aku gendut” balas Surti sambil memainkan IPhonenya.
“itu kan panggilan sayang aku buat kamu Sur” Tejo mencoba menjelaskan.
“ya udah aku panggil kamu ntet” kata Surti.
“kog ntet?” tanya Tejo
“yaa karena kamu kontet HOWHAHAHA” balas Surti, yang terdengar agak mengejek sih.

Tejo pun agak menekuk mukanya yang kusut,sambil menggaruk rambutnya yang mempunyai banyak ketombe itu. Tejo pun ijin pergi ke Toilet,bukan untuk buang air atau foto selfie depan kaca melainkan membersihkan mukanya dari hujan buatan yang berasal dari mulut Surti hasil tawa mengejek tadi.
Seminggu setelah tawa menyeramkan itu,Tejo mendapat sebuah kabar bawah Tejo mendapat dinas keluar planet dari perusahaannya untuk survei Jomblo diplanet Namet selama 2 bulan kedepan. Dengan kata lain mereka LDRan untuk waktu yang cukup lama. Dilain sisi Surti nampaknya tidak bisa lepas dari bayang bayang Paijo yang masih menjadi pacarnya hingga saat ini. Mereka masih sering berkomunikasi dan ketemuan dibelakang Tejo saat Tejo sibuk ditempat kerjanya, setahu Tejo sih Surti tidak memiliki monyet(baca:pacar yang tidak diinginkan) saat mereka PDKT. Hubungan gelap ini pun berlangsung hingga 2 bulan sebelum Tejo mempunyai niat untuk meminang Surti. Sampai saatnya Surti menanyakan hal yang kebanyakan wanita dewasa tanyakan kepada calon suaminya, *via BBM*
Blackberry Massager Chat
__________________________________________
[Surti love kontet]
PING!!!
Ntet ?? R

[Tejo love endut]
Iya,ini kamu iya endut sayank?  R

[Surti love kontet]
Iya ini gue begok!! :/ R

[Tejo love endut]
Ada apa endut sayank? R

[Surti love kontet]
Gini,kita kan udah 9 bulan 10 hari pacaran ya ntet. Kapan kamu ngelamar aku? Kita kan udah serius  R

[Tejo love endut]
Iya udah lama ya,maaf untuk sekarang ini kayanya aku gak bisa deh,kan kamu tau sendiri aku lagi sibuk di planet Namet. Sabar ya ndut sesudah balik dari sini aku janji langsung bawa kamu ke pelaminan. Oke :)) R

[Surti love kontet]
Ow, jadi kamu lebih mentingin pekerjaan dari pada aku,gitu. :(( R

[Tejo love endut]
Tapi kan sayank,disini aku kan kerja buat masa depan kita nanti. D

[Surti] (ganti nama)
Sebel sama kamu kontet (personal massage)
__________________________________________
Dari kasus diatas nampak si Surti ingin segera mendapat kepastian dari Tejo, namun Tejo berniat langsung menikahi Surti tanpa adanya proses lamaran karena Tejo mempunyai perinsip kalau langsung menikah tanpa proses lamaran. Karena sesuatu tugas yang teramat penting dari perusahaan tempat Tejo kerja,membuat Tejo menunda niatnya untuk menikahi Surti sang pujaan hati.
Sebulan setelah kejadiandi BBM tersebut si Surti mulai mengalihkan pandangannya kepada Paijo pacar gelapnya. Memang benar semua berawal dari temen curhat, Surti mulai sharing dengan pacar gelapnya tentang Tejo. Secara politik si Paijo dalam keadaan diatas angin karena mempunyai kesempatan untuk membuat Surti lebih memilihnya ketimbang si Tejo.
Yang selalu nanyain kabar,bakal kalah sama yang selalu nemenin
Paijo pun tidak menyianyiakan kesempatan ini, dan memang benar dengan quote diatas semua berubah 180 derajat dari apa yang direncanakan Tejo untuk meminang Surti sepulang dari dinasnya di planet Namet. Semua telah terlambat Paijo telah melamar Surti, itu artinya Surti udah punya ‘monyet’ sendiri, dan bisa kalian tebak sad ending untuk Tejo dan happy ending untuk ‘monyet’nya Surti. Semua berakhir “The Competition is Over” buat Tejo. “Dunia ini memang keras sob” itu adalah BBM Paijo untuk sahabatnya yang terlihat seperti pecundang cinta yang pernah berjalan di planet Bumi,Tejo.
Sepulang Tejo dari dinasnya,bukan disambut dengan undangan yang bertuliskan namanya dengan Surti,tapi seorang sahabat yang menggantikan namanya yaitu Paijo. Tejo berlari dengan sangat kencang (padahal rumah Paijo sebelahan dengan rumah Tejo) menuju pesta pernikahan sahabatnyanya itu (mungkin lebih tepatnya bekas sahabat yang nikung disaat terakhir dan Surti bekas pacar yang PHP),setelah sampai disana Tejo hanya bisa terpaku sambil menghabiskan sepotong fortune cookies (kue yang didalamnya terdapat sebuah kertas bertuliskan harapan) dimeja tamu dan melihat bekas temannya dengan bekas pacarnya di sebuah pelaminan yang seharusnya Tejo yang berada di pelaminan tersebut. Setelah menghabiskan fortune cookies itu dalam satu suapan bulat Tejo bergegas menghampiri Paijo dengan penuh rasa emosi, dan apa yang terjadi ? Secara gentelmen Tejo memberi selamat dan hadiah sepasang cincin yang seharusnya ia pakai kepada kedua mempelai. Kedua mempelai pun kaget dengan apa yang dilakukan Tejo. Tejo hanya bisa senyum seraya bilang “Cinta kan gak harus memiliki kan.”
The End
Kisah diatas mungkin ada yang pernah mengalaminya kan, saat semua rencana hanya tinggal rencana yang berakhir menyakit kan. Tapi kalian harus ingat seorang Tejo yang cemen dan tempramen bisa tegar dan mengontrol emosinya.
Taukah kenapa?
-Mungkin gara gara abis makan fortune cookies-
Jawabannya memang benar gara gara fortune cookis ,tapi isi didalam fortune cookies tersebut yang membuat seorang Tejo menjadi tegar dan bisa menerima keadaan.
Inilah kutipan dari fortune cookies Tejo
FORTUNE COOKIES QUOTE
Terkadang ada nama yang tertulis di dalam hati tapi gak bisa tertulis di buku nikah.. #keepsmile.
Memang sangat menyebalkan saat apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, entah kenapa apa yang dimiliki oranglain yang gak kita miliki lebih indah dari milik kita tapi terkadang apa yang kita miliki sama indah dengan apa yang dimiliki orang lain. Tapi terlepas dari semua itu saat kita merasa bahwa Tuhan tidak adil dengan apa yang Dia berikan ke kita sesungguhnya Tuhan Maha Tahu tentang apa yang lebih kita butuhkan.

Comments

Popular posts from this blog

Nongkrong Ala New York Times dan Segelas Teh Man-Is

Nongkrong Ala New York Times dan Segelas Teh Man-Is Indonesia merupakan negara yang amat sangat besar. Hal itu tentunya diikuti oleh banyak sekali budaya-budaya yang mengikutinya, baik yang baik maupun yang kurang baik. Beberapa budaya yang kurang baik yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah budaya ngaret, malas, dan juga budaya nongkrong. Meskipun demikian, jika dilihat dari sisi yang lain ternyata ada budaya yang selama ini kita anggap buruk ternyata memiliki potensi untuk berdampak positif bagi kehidupan kita contohnya adalah budaya nongkrong. NY Times Sepertinya kata “nongkrong” udah nyampe Amerika. Kata nongkrong masuk kolom Business – Global, The New York Times (Mei, 2012), isi beritanya Seven Eleven menemukan jalan berbisnis di Indonesia. Sebenarnya saya agak gusar ketika media New York Times coba meng-artikan nongkrong, ada kalimat di kolom berita tersebut berbunyi : “In many ways, the convenience store’s evolution was a given in a country like Indonesia, where t...

Masa SMP dulu

Masa SMP dan Harapan  Saya kritis semenjak dikandungan ibu saya. Bukan kritis yang kanannya oksigen sebelah kirinya infus dan sayanya berbaring diruang ICU. saya maksud itu..ya kritis. Saya juga bingung ngejelasinnya gimana.. Pemikiran kritis saya itu berawal dari ketika saya dilahirkan di dunia ini, saat itu saya langsung nanya gini ke ibu saya, @imamsarodjo : "Mak, kok pas saya dilahirkan di dunia ini harus di-adzan-in dulu, sih?"                            "Kenapa nggak dimasakin Indomie ?"                            "Kenapa nggak diajakin karaokean?" Dan ibu saya jawab dengan kesabaran yang sangat tinggi, tentunya cewek-cewek yang lagi PMS pasti kalah deh sama sabarnya ibu saya pas ngejawab pertanyaan saya. Mu...

Belajar Dari Kehilangan

Dompet ku sayang Baru-baru ini di Jakarta ada event Jazz yang super seru bahkan terbesar didunia, namanya Java Jazz Festival. Gue dateng di hari pertama dan dihari kedua kemaren, sesuai paket tiket yang gue beli untuk tanggal 28 & 1. JJF 2014 sangat special karena bertemakan sepuluh tahun JJF,kebetulan gue pesen lumayan banyak yakni 2 tiket buat sendirian,sendirian... ya buat ((SENDIRIAN)) #SWAG . JJF 2014 Hari pertama nonton lumayan membuat gue terharu karena gue dateng kesana sendirian tanpa teman karena lu tau gue kan...jom..ya -bentar gue ambil tissu dulu- *5 menit kemudian* oh ya sampai mana tadi? yaudah lupain (pura pura lupa). Line up buat hari pertama cukup membuat gue melupakan sejenak ke jombloan susahnya hidup gue menjadi seorang anak yang jauh dari cinta orangtua. Di tahun ini lumayan bergengsi karena di dukung lebih dari 1300 artis dari dalam negeri maupun luar negeri, 1000 artis lokal dan 300an artis luar negeri. Seperti Jamie Cullum,Natalie Cole,Allen St...