Kalau Dia Bisa Bicara
Meong meong meong
2014, 1 Januari /Rabu Kliwon
Teluk Pucung, Perum Villa Indah Permai No.9 C21 Bekasi sebelah utara-> kalau gak tau searching di Google Earth aja ya.
Tidur pulas ku pun tidak bisa dikontrol, teriakkan tukang sayur depan rumah dan ibu ibu sosialita tak kudengar, aku pun masih terlihat setengah agak mati dengan mata (belekan) sayu di kasur berukuran satu orang diruang belakang.Yah mata sayu ini di persembahankan oleh tidak bisa tidur cepet gara gara ada oknum tetangga main petasan tepat jam 00.00am gak tau kenapa mereka melakukan hal demikian,00.00am adalah waktu orang lemah seperti saya mere-charge(isi ulang:baca) tenaga. 06.45am masih tidak beranjak dari kasur jahanam itu(di karenakan gak sholat shubuh), entah kenapa pagi itu terasa gak seperti biasanya. Saya merasa mendengar suara keresahan seseorang dari kejauhan, akupun mendengarkannya
06.56am
#SUARAKERESAHAN
"Sudah pagi lagi ternyata. Sepi. Jendela-jendelanya masih gelap sih.
Lapar.
Mereka belum mengisi piringku, lagi. Harus berapa kali sih aku
berteriak-teriak agar diisi lagi piringku? Benar-benar bodoh. Yah, kalau
mereka pintar mereka tidak akan percaya segala tipu dayaku sih. Dengan
mata bulat besarku (dan sedikit efek berkaca-kaca) diikuti suaraku yang
bahkan akan membuat seorang Chef J*na menjadi waria (pengaturan pitch
suara dari mendesak sampai pasrah harus dieksekusi dengan kontrol
terbaik, butuh latihan dan ritual khusus yang malas aku jelaskan karena
pasti kalian tidak mengerti; maaf, tapi butuh intelegensia yang tinggi
untuk mengerti hal-hal seperti ini), dengan cepat mereka pasti akan
meluruhkan makanan-makanan membosankan yang selalu mereka sajikan
kepadaku. Aku dan teman seperjuanganku selalu mencemooh makanan dari
mereka yang berbentuk seperti nugget tolol sebagai 3K: Kering, Keras,
dan Kecut. Iya, kecut, seperti kalian. Pueh."
"Yah, meskipun begitu aku harus mengisi perutku bukan? Dan
sebagai rasa terima kasih yang ekuivalen, kadang makanan itu aku
muntahkan, sembarangan (tapi harus diakui tatapan jijik dari mereka
merupakan salah satu hiburan yang cukup menyenangkan).
Banyak sekali hal-hal yang tidak aku mengerti dari mereka.
Seperti bagaimana mereka sedih berkepanjangan pada saat putus cinta
dengan seseorang (dan aku dipaksa menjadi Si Bahu Untuk Menangis. Bisa
lho mereka memaksakan perasaan dan pemikiran mereka kepada orang itu,
apa tidak egois namanya? Kalau putus ya berarti tidak cocok bukan? Masih
banyak potongan puzzle lain, kuncinya sabar—ah sudahlah kalian pasti
tidak akan mendengarkan juga sih), atau bagaimana mereka bisa berselisih
paham hanya karena salah satu dari mereka tidak mau belajar untuk mendengar."
"Yah, hal paling mudah dan terbaru yang aku tidak mengerti
dari mereka sih (yang mungkin kalian bisa lebih pahami) salah satunya
adalah ketika aku berhasil membunuh tikus-tikus yang tampak cukup bebas
bertualang kesana kemari didalam rumah ini, dan membawanya ke hadapan
mereka tanpa kepala (aku membunuhnya dengan cara paling bengis dan zalim
yang bisa kalian bayangkan. Merinding kan?) Tapi apa yang aku dapatkan?
Mereka memelukku dan mulai memberiku selamat dan pujian! Sudah jelas
seharusnya mereka takut kepadaku, karena di lain kesempatan bisa saja
yang aku bawa tanpa kepala ke hadapan mereka adalah si ikan koi dalam
rumah ini, mereka mengira bisa menghiburku dengan bola-bola wol konyol
berbau tengiknya itu.
…Ah! ini dia si kampreet baru bangun tidur. Lama betul, mati suri apa gimana? Perutku sudah sangat lapar, dasar bocah lamban."
"Yah, entahlah..sudah beribu cara aku pikirkan dalam tidur
tidak lelapku (karena kain gombal murahan yang mereka sediakan untukku)
cara-cara untuk mencapai tujuan utamaku begitu sampai di rumah ini,
tujuan kudusku, yaitu kabur dari rumah ini. Untuk saat
ini…krauk..krauk—huek.."
***
| Dorami lagi MaGer |
(Ini aku saat pura-pura mati. Agar lebih seram dan
menjijikan, aku pura-pura mati dalam keadaan mata terbuka dan kaki
mengangkang. Tujuan awalnya sih agar mereka membuangku sehingga aku
berhasil kabur. Tapi setelah aku tahu bahwa mereka punya hobi aneh
dengan mengubur hal-hal yang tidak berguna lagi atau bahkan membakarnya,
aku urungkan niatku untuk pura-pura mati dan bertingkah menggemaskan
saja.)
#SUARAMENGHILANG
07.57am
Hooeemm...???!!
Setelah mata kanan dan kiriku secara demokrasi saling mau membuka secara bersamaan akupun bangun dengan sedikit kucel mengusap mata dan iler dimulut, beranjak dari kasur untuk menuju kulkas untuk meminum segelas air. Beberapa tegukan air,aku pun tersadar ternyata suara tadi hanya mimpi belaka, pikirku tadi aku bisa berkomunikasi dengan hewan ya seperti si Eliza diserial animasi kesukaan aku waktu SD "The Wild Thornberrys".*plaakk
Hal aneh ini menjadi pertanyaan besar bagiku, kenapa malah mimpiin Dorami kucing kampung yang seminggu ini jadi penghuni baru dirumah kenapa gak NabilahJKT48 yang ada dalam mimpiku. Knapa?knapa Tuhan? Dunia ini gak adil? *drama. Padahal ya jadian aja belum masak kebawa mimpi *ehh.
Eniwe menurut aku sih setiap mimpi mempunyai pesan atau pelajaran yang bisa diambil,bahkan jadi kenyataan (kalau mimpi ini gak mungkin). Pelajaran yang aku ambil ya 'kita sebagai manusia ya lebih peduli terhadap hewan (khususnya kucing) janganlah menyiksanya,apalagi membiarkan mereka kelaparan' *Supi'i Bijak*
#SalamDorami
Dorami mau makan ikan koi
Comments
Post a Comment