Skip to main content

Kata 'jelas' yang Populer

Semogia Jelas Dengan Penjelasan Saya.

Saya ingin menjelaskan bagaimana menurut saya, kata ‘jelas’ tulisansegala bentuk aplikasinya sebagai kata sifat, kata benda atau kata kerja sepertinya sangat populer. Jelas sekali bahwa kita sangat menyukai kata ‘jelas’ ini. Banyak contoh penjelasan akan teori soal kecintaan kita terhadap kata ‘jelas’ yang bisa saya jelaskan. Tapi alasannya kenapa, masih belum jelas.
Misal, secara teknis, kita pergi ke sekolah hanya untuk mendengarkan penjelasan guru selama lebih dari setengah hari. Apa yang guru kita jelaskan sudah pasti jelas untuk kita? Belum tentu. Guru harus bisa tahu dengan jelas bahwa kita, sebagai murid yang menerima penjelasan, mengerti betul apa yang sudah mereka jelaskan. Lahirlah konsep PR, Ulangan, Ujian, Tes Praktek, dan seterusnya.
Enam tahun proses ini diulang terus-menerus dan di akhir tahun keenam, pemerintah pun ikut andil dalam memastikan kejelasan penjelasan guru terhadap murid-muridnya dengan membawa indikator kejelasan penjelasan itu dalam taraf nasional. Namanya Ujian nasional. Tujuannya supaya kita bisa lulus dan naik ke tingkat sekolah menengah. Jelas. Walaupun, kejelasan alasan dari pemilihan cara untuk memastikan bahwa penjelasan guru selama enam tahun di sekolah tingkat menengah itu bisa jelas hanya dalam tiga hari saja, sangat 'tidak jelas'.
Itu baru satu contoh yang menggambarkan bagaimana kita sangat menyukai kata ‘jelas’. Masih banyak contoh penjelasan lain yang mungkin lebih jelas dari penjelasan saya barusan atau bisa jadi tidak sejelas penjelasan saya barusan. Kalau penjelasan saya di atas jelas sejelas-jelasnya, maka kamu sebagai pembaca tidak perlu menjawab ‘jelas!’ jika saya tanya, ‘jelas?’ - Karena dengan kalian diam, itu dengan jelas menunjukkan bahwa penjelasan saya sudah jelas bagi kalian. Tapi, kalau kalian merasa penjelasan saya ini tidak jelas dalam artian yang sama dengan ungkapan “Nggak jelas lu!”, maka sesungguhnya komentar semacam itu justru akan semakin menjelaskan penjelasan saya bahwa kata ‘jelas’ dan bentukan-bentukannya sangatlah populer. Bahkan kalian pun menggunakannya.
Tapi yang jelas, tidak peduli seberapa populernya kata ‘jelas’ di dunia ini, sebagai penulis blog(tulisan bodohnya) saya tidak mungkin mengeksploitasi penggunaan kata ‘jelas’ dan segala bentukannya.
Tidak akan.

Comments

Popular posts from this blog

Nongkrong Ala New York Times dan Segelas Teh Man-Is

Nongkrong Ala New York Times dan Segelas Teh Man-Is Indonesia merupakan negara yang amat sangat besar. Hal itu tentunya diikuti oleh banyak sekali budaya-budaya yang mengikutinya, baik yang baik maupun yang kurang baik. Beberapa budaya yang kurang baik yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah budaya ngaret, malas, dan juga budaya nongkrong. Meskipun demikian, jika dilihat dari sisi yang lain ternyata ada budaya yang selama ini kita anggap buruk ternyata memiliki potensi untuk berdampak positif bagi kehidupan kita contohnya adalah budaya nongkrong. NY Times Sepertinya kata “nongkrong” udah nyampe Amerika. Kata nongkrong masuk kolom Business – Global, The New York Times (Mei, 2012), isi beritanya Seven Eleven menemukan jalan berbisnis di Indonesia. Sebenarnya saya agak gusar ketika media New York Times coba meng-artikan nongkrong, ada kalimat di kolom berita tersebut berbunyi : “In many ways, the convenience store’s evolution was a given in a country like Indonesia, where t...

Masa SMP dulu

Masa SMP dan Harapan  Saya kritis semenjak dikandungan ibu saya. Bukan kritis yang kanannya oksigen sebelah kirinya infus dan sayanya berbaring diruang ICU. saya maksud itu..ya kritis. Saya juga bingung ngejelasinnya gimana.. Pemikiran kritis saya itu berawal dari ketika saya dilahirkan di dunia ini, saat itu saya langsung nanya gini ke ibu saya, @imamsarodjo : "Mak, kok pas saya dilahirkan di dunia ini harus di-adzan-in dulu, sih?"                            "Kenapa nggak dimasakin Indomie ?"                            "Kenapa nggak diajakin karaokean?" Dan ibu saya jawab dengan kesabaran yang sangat tinggi, tentunya cewek-cewek yang lagi PMS pasti kalah deh sama sabarnya ibu saya pas ngejawab pertanyaan saya. Mu...

Belajar Dari Kehilangan

Dompet ku sayang Baru-baru ini di Jakarta ada event Jazz yang super seru bahkan terbesar didunia, namanya Java Jazz Festival. Gue dateng di hari pertama dan dihari kedua kemaren, sesuai paket tiket yang gue beli untuk tanggal 28 & 1. JJF 2014 sangat special karena bertemakan sepuluh tahun JJF,kebetulan gue pesen lumayan banyak yakni 2 tiket buat sendirian,sendirian... ya buat ((SENDIRIAN)) #SWAG . JJF 2014 Hari pertama nonton lumayan membuat gue terharu karena gue dateng kesana sendirian tanpa teman karena lu tau gue kan...jom..ya -bentar gue ambil tissu dulu- *5 menit kemudian* oh ya sampai mana tadi? yaudah lupain (pura pura lupa). Line up buat hari pertama cukup membuat gue melupakan sejenak ke jombloan susahnya hidup gue menjadi seorang anak yang jauh dari cinta orangtua. Di tahun ini lumayan bergengsi karena di dukung lebih dari 1300 artis dari dalam negeri maupun luar negeri, 1000 artis lokal dan 300an artis luar negeri. Seperti Jamie Cullum,Natalie Cole,Allen St...