Skip to main content

PUTIH ABU ABU

Nostalgia Masa STM dan Ke Absurdannya
Di masa lalu siapa tak kenal kenakalan dan kebandelan anak STM ? Stigma nakal atau bandel melekat erat di setiap siswa sekolah berseragam STM. Di antara siswa-siswi sekolah lanjutan tingkat atas keberadaan siswa STM cukup “disegani”. Mengapa demikian? Apakah anak STM berperilaku brutal, urakan, suka bikin masalah atau penampilannya menyeramkan? Bukan. Bukan itu! Perilakunya sama saja dengan anak SLTA lain. Penampilan memang sedikit berbeda, namun jauh dari kesan menyeramkan. Perbedaan penampilan tampak pada kebiasaan anak STM yang sering terlihat hanya membawa satu buku tulis yang
diselipkan di saku belakang celananya.
Bandingkan dengan pelajar SMA atau SMEA yang harus membawa banyak buku hingga tasnya penuh sesak.
Soal kenakalan dan kebandelan sebenarnya sama saja. Cuma jika di STM kesannya memang lebih ‘berani’ dibanding pelajar sekolah lain. Jumlah murid laki-laki yang dominan daripada murid perempuan yang hanya beberapa gelintir mungkin faktor utama ‘keberanian’ itu. Terjadi persaingan di antara para pelajar STM untuk menjadi terberani,
terbandel dan terjago sebagai bentuk
maskulinitas. Sesiapa yang penakut untuk
berbuat sesuatu bisa-bisa dianggap sebagai pengecut. Itulah alam lelaki. Alam keras! Tapi itu hanya kesan yang timbul di dalam diri. Tak ada intimidasi dari siapapun untuk bertingkah nakal nan bandel. Berperilaku alim tak akan
dipermasalahkan, apalagi dikucilkan. Biasa saja, tetap dihormati sebagaimana di tempat lain. Salah seorang teman ane, bertubuh tinggi besar dan bertampang sangar justru sering berinisiatif menyapu kelas, membersihkan kaca dan merapikan meja- bangku.
Namun demikian, keberanian untuk berbuat nakal dan bandel tetap saja lebih besar dibandingkan pelajar jenis sekolah lain. Kejadian melompat pagar untuk masuk sekolah karena pintu gerbang sudah ditutup hampir menjadi kebiasaan sehari-hari. Demikian pula bila malas mengikuti pelajaran, keluar dari lingkungan sekolah dengan menaiki pagar
tembok bertinggi 2,5 m berhiaskan kawat
berduri lebih dipilih daripada minta ijin pulang dengan berpura-pura sakit. Bapak-ibu guru sudah kebal dan hapal betul trik kepura-puraan seperti itu. Risiko baju kotor, terjatuh, terkilir dan luka tersangkut kawat duri dijalani demi bisa membolos.
Epic
Kisah Nakal nan Lucu
Kisah-kisah kenakalan masa-masa sekolah sering mengundang senyum menggelitik bila dikenang dan diceritakan kembali oleh para pelaku. Seorang teman sekelas ane mengisahkan saat datang terlambat datang ke sekolah terpaksa menaiki pagar tapi ketahuan seorang guru BP pak Bambang namanya (Guru BP spesialis kejar mengejar). Sikamp*et ini pun berlari dan bersembunyi dikejar sang guru BP, bak tikus dan kucing demi menghindari hukuman (ya kaya si cinta lari ngejar rangga di airport). Di sebuah koridor tepat depan kantor guru dia berpapasan dengan sang guru yang mengejarnya. Tapi si guru itu justru bertanya kepadanya apakah Ia melihat seorang siswa bertopi (bertuliskan 'Buronan Guru BP') lari dari arah
belakang Ruang 8. Dengan tenangnya teman ane itu menjawab bahwa si pelajar yang dikejar belari ke arah kantin. Maka loloslah ia...(Anak STM mah jujur) :D
Cerita itu berakhir dengan gelak tawa karena diceritakan oleh pelaku di hadapan sang guru pak Bambang yang tadi pagi mengejarnya.
Sementara ane sendiri mempunyai pengalaman begini:
(Jujur gara gara lupa bawa topi nih)
suatu hari ane ngerasa malas buat ikuti upacara hari Senin dan bersembunyilah di sebuah kelas. Dari jendela kelas salah seorang dari kami berempat (2 teman
sekelas dan dua lagi kakak kelas) mengintip keluar mengantisipasi ada guru yag bertugas memeriksa ruang-ruang kelas . Sialnya, saat itu ternyata memang ada seorang guru yang keluar-masuk kelas (Si Pak Simon namanya Team STP2K spesialis penemu siswa sembunyi dikelas pas Upacara) *duhdek. Kami pun memper-aman persembunyian denga berjongkok di bawah meja di pojok belakang kelas. Kaki-kaki kami
bertumpu pada pijakan di bagian bawah meja sehingga sepatu kami tidak napak lantai gile adrenalin mulai naik berasa naik odong odong tapi abang abangnya bapak pacar kita *opo sih?
Itu kami lakukan agar sepatu-sepatu kami
lolos dari pengintaian saat Pak Guru itu
merunduk memeriksa kolong meja. Dalam hati kami bersorak kala Pak Guru bangkit dan hendak meninggalkan kelas. Namun saat beliau hendak membalikkan badan, bokong salah seorang kakak kelas mengeluarkan bunyi “tiiiuuuuuuuuuuuuuuuutttttttt” dengan merdunya saking bagusnya mungki dapet nilai 8,7 dari kelas seni musik .Sontak Pak Simon kembali masuk dan langsung
menuju deretan bangku paling belakang dan saat itu juga ane berfikir kalau gak di hukum bersihin halaman depan selama seminggu ya lari keliling lapangan upacara dengan toplless(inget kita cowok). Beliau yang biasanya memasang wajah angker dan agak sinis tampak menahan senyum sambil memberi
isyarat kepada kami untuk keluar dan bersiap menerima hukuman. Sementara ane dan teman sekelas tadi selain menahan senyum juga menahan napas agar tidak menghirup “gas beracun” kakak kelas yang mempunyai nada kentut yang mendayu dayu itu.
Kisah seru lainnya datang dari seorang kakak kelas Jurusan Otomotif. Di sebuah malam perpeloncoan siswa baru, karena melakukan sebuah pelanggaran, seorang siswa seniornya bernama di STM menjatuhkan hukuman dengan menyuruhnya masuk selokan depan sekolahan. Denga susah payah kakak kelas ane itu bisa menerobos lubang sempit selokan (adegan sama persis di film action mission impossible)
Setelah memberikan hukuman, si senior
meminta tolong agar diambilkan air minum. Kakak kelas gua itu jadi berpikir bahwa itulah saat yang tepat untuk membalas dendam atas perlakuan si senior. Kemudian masuklah ia ke
dalam teda, mengambil gelas dan kemudian mengisinya dengan air kran. Lalu diberikannyalah segelas air itu kepada si senior. Tapi ternyata si senior memberikan lagi segelas air itu untuk diminum kakak kelas saya itu karena merasa kasihan setelah berkali-kali
ia kena hukum. Nah loh… minum tuh air kran dari tandon air yang lama tidak dikuras kata gua.Senjata makan tuan! *suuoog :P
Nostalgia STM
[bukan judul lagu Paramitha Rusadi ]
kau bercanda lucunya
yang lain pun tertawa seakan saja
cerita dan canda kita tiada habisnya
ada yang saling timpuk berkelahi di sekolah
lalu berangkulan berjalan di sela-sela
rumput sekolah kita
oh indahnya….
nostalgila STM kita
indah lucu banyak cerita
masa-masa remaja ceria
masa paling indah
nostalgila STM kita
takkan hilang begitu saja
[yang dicetak miring, modifikasi agar sesuai
dengan STM. Maksa banget gue!!!]
Dunia musik Indonesia tidak adil kepada kami siswa-siswi STM. Tak ada lagu berjudul STM atau mengisahkan tentang STM. Adanya cuma SMA saja. Paramitha Rusadi dengan Nostalgia SMA-nya, sementara petikan syair “...anak
sekolah, satu SMA...” dinyanyikan Chrisye.
Tapi tak apa. Semua bisa kami atasi dengan kreatifitas. Beberapa teman memasang tanda lokasi (badge) SMA TEKNIK NEGERI
REMBANG di lengan kirinya menggantikan
tanda lokasi STM NEGERI REMBANG.
Beberapa orang pun terkecoh mengira ada
sekolah baru di Rembang.
Soal kreatifitas jangan ditanya! Kami kreatif dan terus ditantang kreatif di STM. Pisang dan mangga yang hampir matang bisa kami buat betul–betul matang dalam 1-2 hari. Bermodal sisa karbit (kalsium karbida) praktik las asetilin, pisang atau mangga kami peram di atas loteng koridor. Setelah diyakini matang,
kami pun berebut setandan pisang di jam
istirahat (sumpah! Ga mirip-mirip amat denganNyemot). Ya ini gara gara kata salah satu guru bengkel "kalau jadi orang teknik kudu bisa ngakalin" (kata terkeren yang bikin ane bangga jadi anak teknik dari seorang guru STM)
Jika bolos, kami pun memilih membolos
dengan agak cerdas. Kami ke Taman Kartini mencari turis -yang memang
banyak terdapat di sana, karena memang
hanya itu tempat "terkeren" di rembang- untuk mempraktikkan bahasa Inggris *yaelah. Kami tidak membolos dalam rangka pacaran. Percuma, di STM setiap tahun Cuma ada 80-120 cewek, sementara pelajar laki-laki lebih dari 850 orang. Itu pun biasa ada di jurursan Teknik Jaringan Komputer Ama Gambar bangunan Gedung. Jurusan Teknik Mesin dan Otomotif hampir pasti 99% dihuni
para pejantan yang agak jomblo :D. Mencari pacar sesama anak STM terlalu banyak pesaing! Maka jangan heran jika jarang sekali terdengar Kisah-Kasih
di Sekolah seperti lagu yang dilantun Obbie Messakh. Karenanya, Kisah STM boleh jadi tidak pernah dibuatkan lagu oleh musisi Indonesia. Adilkah?
Yo embuh ndess..ndess...karepmu!
Akhirul kisah, salam buat temen temen SMK N 1 Rembang angkatan 2011
THANKS A LOT
[Terima kasih buat semua Guru STM 1 Rembang yang selalu sabar melihat berbuatan kami semua,karena dengan bapak ibu guru kami bisa membaca tweet dan ngetik Broadcast Massage BBM]

Comments

  1. kereeenn pak dhee. sampe ngguyu jungkel - jungkel #Oke Abaikan .
    hahaaha,,, tapi pancen pengalaman sekolah neg STM ki unik, tak terlupakan #yakin :D

    ReplyDelete
  2. Suwun sering sering mampir ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nongkrong Ala New York Times dan Segelas Teh Man-Is

Nongkrong Ala New York Times dan Segelas Teh Man-Is Indonesia merupakan negara yang amat sangat besar. Hal itu tentunya diikuti oleh banyak sekali budaya-budaya yang mengikutinya, baik yang baik maupun yang kurang baik. Beberapa budaya yang kurang baik yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah budaya ngaret, malas, dan juga budaya nongkrong. Meskipun demikian, jika dilihat dari sisi yang lain ternyata ada budaya yang selama ini kita anggap buruk ternyata memiliki potensi untuk berdampak positif bagi kehidupan kita contohnya adalah budaya nongkrong. NY Times Sepertinya kata “nongkrong” udah nyampe Amerika. Kata nongkrong masuk kolom Business – Global, The New York Times (Mei, 2012), isi beritanya Seven Eleven menemukan jalan berbisnis di Indonesia. Sebenarnya saya agak gusar ketika media New York Times coba meng-artikan nongkrong, ada kalimat di kolom berita tersebut berbunyi : “In many ways, the convenience store’s evolution was a given in a country like Indonesia, where t...

Masa SMP dulu

Masa SMP dan Harapan  Saya kritis semenjak dikandungan ibu saya. Bukan kritis yang kanannya oksigen sebelah kirinya infus dan sayanya berbaring diruang ICU. saya maksud itu..ya kritis. Saya juga bingung ngejelasinnya gimana.. Pemikiran kritis saya itu berawal dari ketika saya dilahirkan di dunia ini, saat itu saya langsung nanya gini ke ibu saya, @imamsarodjo : "Mak, kok pas saya dilahirkan di dunia ini harus di-adzan-in dulu, sih?"                            "Kenapa nggak dimasakin Indomie ?"                            "Kenapa nggak diajakin karaokean?" Dan ibu saya jawab dengan kesabaran yang sangat tinggi, tentunya cewek-cewek yang lagi PMS pasti kalah deh sama sabarnya ibu saya pas ngejawab pertanyaan saya. Mu...

Belajar Dari Kehilangan

Dompet ku sayang Baru-baru ini di Jakarta ada event Jazz yang super seru bahkan terbesar didunia, namanya Java Jazz Festival. Gue dateng di hari pertama dan dihari kedua kemaren, sesuai paket tiket yang gue beli untuk tanggal 28 & 1. JJF 2014 sangat special karena bertemakan sepuluh tahun JJF,kebetulan gue pesen lumayan banyak yakni 2 tiket buat sendirian,sendirian... ya buat ((SENDIRIAN)) #SWAG . JJF 2014 Hari pertama nonton lumayan membuat gue terharu karena gue dateng kesana sendirian tanpa teman karena lu tau gue kan...jom..ya -bentar gue ambil tissu dulu- *5 menit kemudian* oh ya sampai mana tadi? yaudah lupain (pura pura lupa). Line up buat hari pertama cukup membuat gue melupakan sejenak ke jombloan susahnya hidup gue menjadi seorang anak yang jauh dari cinta orangtua. Di tahun ini lumayan bergengsi karena di dukung lebih dari 1300 artis dari dalam negeri maupun luar negeri, 1000 artis lokal dan 300an artis luar negeri. Seperti Jamie Cullum,Natalie Cole,Allen St...