Perkara Berkarya
Berkarya. Kata ini terkadang terdengar sangat angker. Seolah-olah hanya para seniman kelas dunia yang berhak menggunakan kata “berkarya”. Padahal sesungguhnya tidak.
Kamu iseng menggambar di kelas ketika bosan mendengar penjelasan guru kimia yang berbincang dengan tembok? Atau kamu membuat lagu tentang pujaan hatimu di zaman SMP? Itu adalah karya. KArena sekecil apapun, seremeh apapun, karya adalah karya. Buah pikiran yang diejawantahkan menjadi nyata. Itu pengertian karya, menurut saya.
Saya sendiri adalah seorang… apa ya?
Saya adalah seorang pembuat karya. Karena saya sendiri agak sedikit kemaruk. Saya ingin berkarya di banyak hal. Saya menulis dan menyanyikan lagu, menulis cerpen, mengambil foto, dll. Kenapa? Karena saya ingin berkarya, itu saja.
Apakah sah-sah saja memiliki banyak bidang untuk berkarya? Menurut saya sih sah-sah saja, ya. Dengan satu catatan: jangan menyusahkan orang lain.
Berkarya itu, menurut saya, adalah usaha untuk mencatatkan nama kita di dalam sejarah. Terlalu dalam? Tergantung, menurut kalian sejarah itu apa. Menurut saya, sejarah adalah catatan mengenai kehidupan umat manusia, yang terekam di dalam hati setiap orang. Tidak perlu skala global, skala rumah sendii juga sudah termasuk sejarah kok. We just want to make our marks.
Apa yang harus dilakukan untuk mulai berkarya? Berhenti mengkhawatirkan hal-hal yang tidak seharusnya dikhawatirkan. Seperti apa? Berikut.
1. Jangan khawatir karyamu akan disukai oleh orang atau tidak. Ini seharusnya menjadi prioritas entah keberapa. Intinya, seperti yang tadi saya bilang. We want to make our marks. Ini bukan masalah selera pasar. Ini masalah aktualisasi diri. Camkan itu dulu
2. Jangan khawatir akan dikritik. Pernah dengar “we can never please everyone”? Itu benar adanya. Apapun yang kita buat atau lakukan, akan ada orang-orang yang tidak suka. Dan jangan takut, dengarkan kritik mereka, perbaiki karya kita. Itu cara yang tepat. Tapi ingat, ada beberapa orang yang hanya ingin menjatuhkan, bukan membangun. Bisa dilihat dari cara mereka mengkritik. Pernah dengar “karya kamu jelek! entah kenapa, tapi jelek aja!” ? Yang seperti itu, anggap saja angin lalu, ya!
3. Jangan khawatir akan ada yang lebih bagus. Tidak perlu dikhawatirkan. Karena ini hampir PASTI ada. Jangan takut karya kamu akan dibanding-bandingkan dengan karya orang lain di bidang yang sama. Ketika kamu mulai dibanding-bandingkan, berpikir saja bahwa “dia lebih baik, tapi saya bisa memperbaiki lagi, kok!” Be positive!
Sering kali saya melihat kawan-kawan dengan skill yang top-notch tetapi “belum berani” berkarya, dengan berbagai alasan di atas. (sedikit sharing, waktu ingin membuat CD pertama saya, #TaleOfAName, saya menghabiskan waktu ENAM bulan untuk berkutat dengan keputusan membuat atau tidak membuat, karena ragu). Perasaan saya? Geregetan.
Sepanjang hidup, sepanjang nafas masih ada, sepanjang tubuh masih bernyawa, manusia akan selalu berkarya. Manusia tidak dapat dipisahkan dari karya, karena itu adalah satu-satunya peninggalan kita di alam fana.
Jadi, sebagai penutup, saya ingin mengajak kawan-kawan untuk berkarya lebih banyak. Dengan berbagai cara, melalui berbagai media. Jika merasa tidak mampu / kurang mampu / belum mampu dalam satu atau lain faktor: BERKOLABORASILAH. Work together, things will be easier.
Comments
Post a Comment